Di dalam peninggalan tradisi spiritual Nusantara, kawasan Alas Ketonggo Srigati (Ngawi) dikenal sebagai salah satu pusat energi sakral yang dihormati sejak era Kerajaan Majapahit hingga Mataram Kuno. Di tempat inilah, tepatnya di sekitar petilasan pertapaan, tersimpan berbagai artefak bertuah tinggi yang lekat dengan laku prihatin para leluhur.
Jimat Ratu Wesi Kuning ini merupakan wujud benda bertuah hasil penarikan gaib dengan bentuk figur ratu berbalut logam wesi kuning autentik, yang dihiasi permata mustika kuning di bagian tengahnya. Perpaduan material logam kuningan tua dan bentuk patrem runcing di bagian bawah melambangkan keteguhan jiwa, ketajaman batin, serta perlindungan berlapis (pagar gaib) warisan para sesepuh tanah Jawa. Sifat logam wesi kuning sendiri sejak dahulu diyakini memiliki vibrasi perlindungan mutlak bagi pemiliknya dari mara bahaya fisik maupun non-fisik.
Manfaat & Tuah Jimat Ratu Wesi Kuning (Sesuai Tradisi Jawa) Berdasarkan kepercayaan masyarakat peminat pusaka dan laku supranatural Jawa, jimat jenis wesi kuning dengan corak kewahyuan atau figur ratu sering diritualkan untuk berbagai keperluan batin berikut:
Pagar Gaib & Keselamatan Diri (Tolak Bala): Melindungi pemilik dari serangan energi negatif, teluh, santet, serta kecelakaan dalam perjalanan.
Kewibawaan Tingkat Tinggi: Memancarkan aura kepemimpinan yang disegani oleh kawan maupun lawan, cocok bagi pemimpin atau tokoh masyarakat.
Pengasihan Umum & Khusus: Membuka jalur simpati publik, membuat pemiliknya lebih mudah disukai, dikasihi, dan dihormati dalam pergaulan sosial.
Ketajaman Intuisi & Batin (Sasmita): Membantu mempertajam kepekaan indra keenam dan insting dalam membaca situasi atau mengambil keputusan penting.
Ketenangan Jiwa (Sujana & Budi Luhur): Memberikan ketentraman batin bagi pemakainya agar senantiasa berpikiran jernih dalam menghadapi masalah hidup.
Kelancaran Rezeki & Keberuntungan (Pasikutan): Menarik energi positif kemakmuran dari berbagai penjuru, mendukung kelancaran usaha atau perdagangan.
Peredam Amarah & Konflik: Memancarkan energi adem (menyejukkan) sehingga mampu meredam ketegangan atau perselisihan di lingkungan sekitar.
Meningkatkan Kepercayaan Diri: Menumbuhkan keteguhan mental, keberanian, dan ketidakgentaran dalam menghadapi tekanan hidup.
Sarana Meditasi & Konsentrasi: Digunakan sebagai pegangan batin untuk memperkuat fokus saat melakukan olah rasa atau doa malam.
Kekebalan Darurat (Wasilah Kebatinan): Dalam tradisi peninggalan leluhur, wesi kuning kerap diandalkan sebagai sarana ikhtiar keselamatan darurat atas izin Tuhan Yang Maha Esa.
Keberkahan Warisan Leluhur (Estafet Budaya): Menjaga hubungan batiniah dengan kearifan lokal tradisi Nusantara serta merawat benda seni sakral bernilai sejarah tinggi.
Cara Perawatan Tradisional:
Perawatan; Cukup dibersihkan secara berkala menggunakan minyak non-alkohol (seperti minyak Melati atau Misik khusus pusaka) setiap malam Jumat atau malam Selasa Kliwon untuk menjaga kilau kuningan dan tuahnya.
Mahar ; Rp.2.566.000,-
Catatan: Segala khasiat dan tuah di atas dipandang sebagai bentuk ikhtiar batin (syareat) di samping usaha nyata, di mana hakikat keberhasilan dan perlindungan tetap berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.


